Matluil Fazri ? ditelinga umum nama gw "agak" aneh katanya. Loh kenapa ? ternyata setelah diteliti terpecah jadi tiga anggapan, pertama untuk orang awam bahasa arab nama ini sangat aneh malah terkesan sulit diucapkan jika pertama kali mendengar karena katanya nama depan gw "susah / sulit" dilafadzkan. Kedua orang yang sedikit ngarti bahasa arab, sebagian besar malah mempertanyakan kenapa ? loh koq malah "tanya kenapa" ? anggapan umum dari golongan ini nama gw harusnya Matlail Fazri bukan Matluil karena lebih mudah diartikan dan lebih mudah dilafadzkan bagi orang islam. Ketiga kelompok yang masa bodo dengan nama yang penting ada sebutan untuk lu "katanya", kelompok ini didominasi oleh teman-teman zaman sekolah atau teman sehari - hari mereka dengan mudahnya memberi nama kecil untuk gw dengan sebutan "TUIL" yang akhirnya sebutan ini melekat jika bersama mereka atau perkenalan dilingkungan yang agak sedikit nakal. Sebenarnya nama kecil atau nama sebutan gw "FAJAR" sesuai yang dilekatkan Ibu dan Bapak gw makanya kalau dirumah nama fajar lebih sering didengar disana. Tapi jika ditempat kerja banyak yanng panggil nama belakang dari nama lengkap gw "FAZRI", terlepas dari itu semua saya bebaskan semua orang manggil gw dengan sebutan apa saja asal jangan lewat dari nama-nama yang tertera diatas (hehe).
Matluil Fazri yang tak lain adalah gw sendiri lahir 09 juni 1989 ketika listrik pertama kali menyentuh perkampungan kecil tempat gw dilahirkan, "Pulo Damar" nama kampung kecil itu. Kampung yang baru 4 tahun kebelakang ini menerima pembangunan sarana dan prasarana sebagai penunjang aktifitas penduduknya seperti jalan COR yang dulu biasanya pakai aspal, jika berkaca pada 4 tahun kebelakang sebelum kampung ini menerima pembangunan merata kampung ini akan mengalami priode buruk untuk transportasi kecil pada saat musim hujan karena akan mengalami priode "becek" yang jika priode ini dimulai jangankan sepeda motor untuk jalan kaki saja orang tidak pakai alas kaki karena jika pakai alas kaki dijamin alas kakinya "dabul" (bahasa indonesianya melebihi kata kotor), namun itu sudah jadi masa lalu kini sudah berbeda 180 derajat. Pulo damar terletak disebelah utara bekasi pada saat kabupaten bekasi masih menjadi satu dengan kota madya bekasi, namun sekarang ga tahu deh ada disebelah mana, kampung ini berkecamatan tambelang dengan kode pos 17620. Kampung ini semua warganya menganut islam "SUNNI" fanatik yang lengkap dengan FURU', makanya jika ada perbedaan masalah ibadah akan ada reaksi dari penduduknya walau tidak terlalu kasar walau begitu kampung ini termasuk kampung yang religius bahkan 2 sampai lebih dekade kebelakang kampung ini sangat dihormati oleh tetangga kampung lainnya karena jiwa religius penduduknya namun teramat sangat disayangkan kini hal itu agak sedikit bergeser karena tingkah polah penduduknya sendiri khususnya jiwa - jiwa muda pemegang masa depan, nah inilah yang harusnya jadi tugas gw walaupun masih belum berpengaruh tapi sedikit-sedikit ditumbuhkan meski kadang semangat kadang kendur. hmmmmmmm, Itu sedikit gambaran tentang kampung kelahiran sekaligus gw kampung tempat gw tinggal sekarang.
Matluil Fazri dilahirkan 23 tahun lalu dikamar kecil rumah sederhana yang temboknya berlubang "orang kota menyebutnya bilik" dari rahim seorang perempuan yang paling berharga dalam hidup gw, dibesarkan oleh lentik jari ibu dan nafkah dari keringat laki-laki yang gw sebut "SUPER HERO" dialah laki-laki yang gw sebut dengan ABAH (ayah). Sepasang suami istri yang sangat memberi gw kasih sayang tanpa mengharap imbalan dari apa yang mereka lakukan, layaknya matahari / bulan yang memberi sinar untuk bumi. Sampai saat ini gw masih ditakdirkan lahir sebagai anak tunggal dari keluarga yang sangat sederhana ini, tapi walau begitu kedua orang tua gw ga pernah mengajarkan gw untuk manja atau meminta kemudahan kepada orang tua.
Itu sedikit ulasan tentang gw, sebenarnya masih luas lagi namun itu nanti dilanjut dibuku biografi gw "jika" gw menjejak kesuksesan lahir bathin, amin. hehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar