Minggu, 23 September 2012

workshop TKB MANDIRI

Workshop ? ketika pertama mendengar ada acara ini saya tidak langsung tertarik untuk ikut walaupun semuanya ditanggung oleh Kemdikbud. Tapi berkat pemikiran yang lama dan tidak adanya yang siap ikut acara ini untuk mewakili bidang studi bahasa inggris ya sudah saya berangkat. Ketika sudah deal dengan ketua rombongan dari bekasi saya sempat meminta izin ke sekolah yang menaungi saya selain TKB MANDIRI tingkat SMP yaitu SMPIT AL-FAWWAZ, namun saya tidak diizinkan untuk ikut tapi dengan tekad yang sudah bulat saya putuskan untuk tetap berangkat walaupun tidak dapat izin (dalam hati saya, apapun resikonya akan saya tanggung).
Singkat cerita saya berangkat dihari minggu pukul 10:45 - 13:15 WIB, check in hotel bintang 2 yang memang sudah disiapkan Kemdikbud jam 13:30 WIB. Hari pertama di Bandung (tempat workshop - 16:00 WIB) saya sudah disuguhkan dengan acara pembukaan yang dibumbui pre-test dilanjutkan break ishoma, setelah break acara dilanjutkan dengan penyajian materi tentang pengenalan TKBM tingkat SMP sampai pukul 21:30 WIB.

Hari kedua dimulai pukul 07:30 WIB (setelah sarapan tentunya) tahap pertama pembukaan dihari kedua masih diruang pleno untuk mengikuti bimbingan singkat dan pre test untuk masing-masing pelajaran yang diberatkan. Setelah itu kelas dipecah menjadi 3 kelas : Matematika, English dan Bahasa Indonesia. Nah kebetulan saya kebagian kelas English, kelas yang sebenernya membuat saya bingung, loh kenapa bingung ? tentu saja saya bingung karena English bukan materi pelajaran yang saya kuasai, namun karena ini tuntutan peran (ya sudah) saya lakoni. Sumpah awalnya membuat saya pusing tujuh keliling namun berkat keahlian tutor dalam mengelola kelas, akhirnya saya terbawa santai menikmati pelajaran ini. Tutor untuk di kelas saya 2 orang ibu-ibu yang sudah lumayan tua dalam hal umur namun tidak untuk hal semangat dan penampilan menambah semangat saya saja (tapi bukan dalam artian negatif ye). Oleh tutor berbagai macam Tips dan trik memecahkan soal terutama soal UN dibedah dan dikupas secara gamblang dan fun, saya kira hanya saya saja yang antusias mengikuti seasion ini ternyata semua orang juga menikmatinya. Seasion demi season mereka ikuti, itu terlihat dari berbagai macam tanggapan serta interaksi yang aktif antara tutor dan peserta. Memang seperti biasa yang namanya didalam kelas sudah tentu bermacam jenis manusia terbentuk, walaupun diseasion awal semua manusia antusias mengikuti acara tapi setelah 30 menit manusia sudah berbagai macam terbentuk di waktu-waktu seperti ini. Gambaran umum untuk keadaan ini saya gambarkan sedikit, yang pertama biasanya dipenuhi manusia yang memang serius serta aktif dalam hal menanggapi atau bahkan memberikan pertanyaan dan masukan (manusia ideal untuk keadaan workshop atau belajar). Yang kedua serius tapi pikiran melayang – layang keberbagai macam penjuru, biasanya manusia seperti ini jasmaninya mengikuti namun tidak untuk pikirannya. Memang awalnya manusia seperti ini bisa menangkap beberapa materi yang diberikan tapi seiring waktu berlalu pikiran mereka melayang-layang / berkhayal ke segala arah. Yang ketiga, ini manusia yang ga ideal untuk belajar diruang kelas karena mereka cenderung tidak konsentrasi serta pikirannya melayang-layang bahkan sering membuat gaduh. nah, setelah ditelisik kayanya saya masuk kategori kedua deh, hehe.
hari kertiga, ini yang lumayan menantang karena kita dituntut tidak mendengarkan saja tapi juga harus bisa membuat dan memecahkan soal dari apa yang sudah disampaikan tutor. alhamdulillah walau agak sulit karena kita bukan dr basic english kata sebagian peserta namun itulah tuntutan peran walau sulit ya harus dilakoni. singkat cerita selesailah rangkaian acara dihari ketiga untuk kelas, setelah rangkaian acara untuk kelas selesai semua peserta dikumpulkan untuk acara terakhir sekaligus penutupan dari serangkaian kegiatan.

Kamis, 20 September 2012

surat pemberitahuan


Description: C:\Users\Mister2\Pictures\Logo SMP IT 7.jpgYAYASAN BANI ABDULLAH OMPAK
SMP ISLAM TERPADU AL-FAWWAZ
Jl. Sarif Sangkin Rt. 01/04 Desa Jayamukti Kecamatan Cikarang Pusat - Bekasi
( (021) 89843969 / Fax (021)89843970
 

Nomor             : 004/SMPIT/AF/IX/33.12
Perihal             : Pemberitahuan

Kepada
Yth. Orang Tua/ Wali Murid
di Tempat

Assalamu’alaikum Wr, Wb.
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, Semoga limpahan dan rahmat selalu Allah limpahkan kepada kita semua. Dengan ini kami beritahukan bahwa pembayaran Sekolah untuk Bulan Oktober dan seterusnya dapat dilakukan melalui Rekening sekolah :
Bank                : Bank Syariah Mandiri Cabang Jababeka
No. Rekening  : 7042207227
Atas Nama      : Yayasan Bani Abdullah Ompak

Demikian Surat pemberitahuan ini kami sampaikan, atas kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum, Wr, Wb.

Cikarang Pusat, 14 September 2012
Kepala Sekolah,


Suwatno, S.Hut




Catatan : Untuk bukti pembayaran melalui Bank difoto kopi untuk diserahkan ke pihak sekolah

Jumat, 14 September 2012

Bangkitnya Sepak Bola Kampung


Olah raga terfavorit dikolong langit saat ini bernama Sepak Bola kini bangkit lagi ditanah kelahiranku sebentuk kampung setelah mati dalam kurun waktu lama pasca kerusuhan oleh pihak yang mengedepankan emosi. 12 juni 2011 adalah awal kebangkitan yang dibumbui kreatifitas, kemauan, kecintaan dan kepedulian pemuda untuk memajukan kembali sepak bola. Hari ini mereka (pemuda) mulai menunjukan semangat untuk menyatukan kembali kebersamaan serta keeratan rasa kekeluargaan antar pemuda melalui sepak bola. Siapa menduga sepak bola juga menjadi daya tarik sendiri untuk para kaum bapak dan kaum ibu? Ternyata magis sepak bola bisa menjadikan semua umur tuk bersatu dalam kecitaan sebentuk tawa, ketegangan serta perbincangan ringan yang merujuk kearah kebersamaan. Antusiasme pemuda tidak surut pada sepak bola meski ajang kompetisi ini hanya sebatas untuk penghuni kampung sendiri, namuan peserta terdaftar terdapat 9 team yang ikut andil dalam kompetisi yang sudah lama tidak dirasakan pasca kerusuhan beberapa tahun lalu.
Kondisi lapangan yang tidak rata tidak menyebabkan para pemain untuk tidak ikut larut dalam ajang ini, mereka yang berkontribusi (pemain hingga official team) mencoba untuk menjadi profesional dalam segi permainan serta pengukuran taktik bertanding. Ketegangan, emosi serta ambisi memang selalu ada dalam sepak bola, walaupun untuk ukuran kompetisi yang terhitung amatir. “Bohong” jika ada satu pemain atau bahkan team yang tidak ambisi tuk menang dalam pertandingan, karena jika sudah dilapangan semua tersihir untuk keluar sebagai pemenang. Terkadang apapun dilakukan untuk kemenangan dilapangan mulai dari protes, intrik atau bahkan marah sudah menjadi bagian yang tak terpisah jika sudah dilapangan. Pada dasarnya Tidak ada team yang menginginkan kekalahan, kenapa? Karena dilapangan jika sudah bertanding ikatan hati dengan emosi atau ambisi berbalut menjadi satu untuk memburu kemenangan, hanya saja kepuasan dalam hal kemenangan selalu berbeda. Berbicara kemenangan tak bisa dipisahkan dengan hal kekalahan, karena hal ini sudah ada dari zaman dulu yang merupakan hal mutlak yang selalu berdampingan. Pada dasarnya kekalahan tidak pernah diharapkan oleh manusia manapun, karena kekalahan merupakan hal menyakitkan dan selalu dihindari manusia. Namun kekalahan sudah menjadi hal mutlak untuk diterima karena tidak ada kemenangan jika tidak diselingi dengan kekalahan, kemenangan juga tidak melulu didapat karena untuk mencapai kemenangan sangatlah sulit, juga perlu konsistensi pada diri. Kemenangan dan kekalahan bak sisi mata uang berbeda, kemenangan merupakan hal indah yang ingin dicapai disetiap pertandingan sedangkan kekalahan merupakan kebalikan dari kemenangan. Meski kekalahan begitu menyakitkan namun jika disikapi dengan jiwa besar hal menyakitkan semamacam itu akan terbawa ringan dan tidak melulu menjadi sesuatu yang menyakitkan.
Antusiasme bahkan euforia penonton tak menyusut untuk mendukung tim kesayangan atau bahkan hanya sekedar untuk menghibur diri ditengah aktifitas atau bahkan masalah yang teramat membuat pusing isi kepala. Memang pasca kerusuhan beberapa tahun lalu antusiasme penggila bola dikampungku hanya terfokus pada sepak bola yang sering disiarkan live dilayar kaca, sedangkan untuk penyaksian secara langsung seolah mati akibat kerusuhan itu. Namun kali ini semua berbeda dengan adanya keatifitas anak muda yang dibungkus semangat mempererat dan membangun olah raga favorit ini.
Kata Terakhir dari penulis “BRAVO SOCCER ON MY VILLAGE”

Rabu, 12 September 2012

SEPAK BOLA (KINI) MENJADI OLAH RAGA MAHAL


      Dahulu Banyak yang mengatakan bahwa Sepak Bola adalah olahraga paling murah setelah Olah raga ringan bernama Lari, namun tidak dengan sekarang. Karena semenjak Sepak Bola menjadi olahraga nomor satu di Indonesia bahkan dunia, bisa dibilang Sepak Bola dewasa ini menjadi salah satu olahraga yang efektif untuk bisnis. Untuk di Indonesia saja klub Sepak Bola bisa mempunyai anggaran yang terhitung besar, mereka mendapat sokongan dana dari APBD serta pihak sponsor yang berani membayar tinggi. Memang jika dibanding klub-klub eropa anggaran klub di Indonesia bukanlah apa-apa, namun jika untuk ukuran Indonesia yang terhitung sebagai negara berkembang anggaran untuk klub itu sangatlah besar. Karena untuk menggaji satu pemain saja klub-klub harus merogoh kocek sampai 0,5 milyar untuk satu pemain dalam kurun waktu satu tahun, sudah bisa kita bayangkan jika untuk 11 atau sampai 23 pemain. Saat Sepak Bola menjadi ladang bisnis, ironi terjadi di daerah perkampungan semisal di Desa Sukawijaya (kecamatan Tambelang) menggelar kompetisi hanya tiap musim panen padi saja, tentu kita tahu apa alasannya “tidak adanya lapangan” untuk menggelar kompetisi antar kampung, mereka harus menunggu sampai musim panen tiba untuk bisa bermain Sepak Bola. Sebegitu mahalkah lapangan Sepak Bola? Jawabnya iya, karena meski pemerintah daerah sedang menggalakkan renovasi lapangan didaerah-daerah namun itu hanya sebatas di kecamatan saja, sedang disekitar daerah desa? Tidak. Padahal mungkin dari perkampunganlah bakat-bakat atau bibit yang akan membawa garuda terbang tinggi dikancah Internasional, bukan seperti sekarang yang dirundung kisruh Internal Timnas maupun carut marut kepengurusan PSSI sebagai badan tertinggi Sepak Bola di Indonesia. Meski bermain Sepak Bola yang sebagai wadah olahraga favorit hanya musiman, antusiasme dari warga untuk ikut euforia sangatlah meriah. Bermain di lapangan sawah memang tidaklah mudah bahkan mungkin bagi seorang Bambang Pamungkas sekalipun, namun semua itu sirna dalam kelarutan kebersamaan antar pemain serta warga yang antusias menjadi suporter bagi tim kesayangan. Mereka tentu saja mengharap adanya bantuan dari pemerintah untuk menyediakan lapangan untuk menumpahkan hobi Olah raga favorit masyarakat dunia ini. Namun harapan hanyalah harapan karena menurut salah satu dari mereka lapangan Sepak Bola permanen adalah barang termahal untuk mereka. Sementara di Pulo Damar (desa sukamantri) tetangga dari perkampungan yang menggelar kompetisi dengan lapangan sawah itu tak jauh lebih baik dari gelaran kompetisi tersebut, karena para pemuda atau bahkan bibit muda dalam Sepak Bola sangat sulit untuk menyalurkan hobinya karena terhalang oleh langkanya Lapangan. Dulu memang sempat ada namun kini sudah ditutup dan rencana dialih fungsikan untuk menjadi TPU karena berbagai macam alasan tentunya. Saat ini di Pulo Damar sedang tergelar acara kompetisi Sepak Bola mini kategori umur 5-12 tahun dengan menggunakan lapangan yang kurang lebih berukuran kira-kira 6 x 15 M milik seorang warga. Sudah tentu kita tahu jika dengan lapangan yang berukuran seperti itupermainan Sepak Bola sangatlah tak menarik karena akan terjadi yang namanya istilah sering out gara – gara bola yang hanya ditendang sering meninggalkan area lapangan, meski demikian antusisme masyarat untuk menyaksikan hal itu tak kalah antusias menyaksikan gelaran ISL sekalipun. Antusiasme masyarakat tak pernah surut karena memang mereka memerlukan hiburan ditengah hidup yang semakin kearah sulit ini yaitu salah satunya dengan cara menyaksikan anak, sepupu, saudara, keponakan atau bahkan cucunya mengolah si kulit bundar bergerak. Menurut kabar dari salah seorang Panitia bahwa untuk Hadiah Juara pertama mereka berikan dengan hadiah yang sangat-sangatlah sederhana, yakni Trofi Bekas, uang kecil yang tekdisebutkan serta satu buah si Kulit Bundar yang terbuat dr bahan karet. Tak berimbang memang jika dilihat dan dibandingkan dengan antusiasme masyarakat dengan besaran hadiah untuk satu turnamen yang sangatlah dicintai masyarakat, namun disinilah terdapat letak pembelajaran bahwa dengan dana minim tentulah bisa membuat ajang menunjukan bakat, penyaluran hobi serta hiburan ditengah ekonomi yang semakin tak jelas jalan kearah mana. Semoga saja hal ini tidak berkepanjangan karena hal demikian ini haruslah berubah kearah lebih baik, baik dari fasilitas maupun perhatian dari lembaga terbesar bernama pemerintah, karena tidak menutup kemungkinan dari hal ini tercipta bakat-bakat besar sepak bola.