Jumat, 14 September 2012

Bangkitnya Sepak Bola Kampung


Olah raga terfavorit dikolong langit saat ini bernama Sepak Bola kini bangkit lagi ditanah kelahiranku sebentuk kampung setelah mati dalam kurun waktu lama pasca kerusuhan oleh pihak yang mengedepankan emosi. 12 juni 2011 adalah awal kebangkitan yang dibumbui kreatifitas, kemauan, kecintaan dan kepedulian pemuda untuk memajukan kembali sepak bola. Hari ini mereka (pemuda) mulai menunjukan semangat untuk menyatukan kembali kebersamaan serta keeratan rasa kekeluargaan antar pemuda melalui sepak bola. Siapa menduga sepak bola juga menjadi daya tarik sendiri untuk para kaum bapak dan kaum ibu? Ternyata magis sepak bola bisa menjadikan semua umur tuk bersatu dalam kecitaan sebentuk tawa, ketegangan serta perbincangan ringan yang merujuk kearah kebersamaan. Antusiasme pemuda tidak surut pada sepak bola meski ajang kompetisi ini hanya sebatas untuk penghuni kampung sendiri, namuan peserta terdaftar terdapat 9 team yang ikut andil dalam kompetisi yang sudah lama tidak dirasakan pasca kerusuhan beberapa tahun lalu.
Kondisi lapangan yang tidak rata tidak menyebabkan para pemain untuk tidak ikut larut dalam ajang ini, mereka yang berkontribusi (pemain hingga official team) mencoba untuk menjadi profesional dalam segi permainan serta pengukuran taktik bertanding. Ketegangan, emosi serta ambisi memang selalu ada dalam sepak bola, walaupun untuk ukuran kompetisi yang terhitung amatir. “Bohong” jika ada satu pemain atau bahkan team yang tidak ambisi tuk menang dalam pertandingan, karena jika sudah dilapangan semua tersihir untuk keluar sebagai pemenang. Terkadang apapun dilakukan untuk kemenangan dilapangan mulai dari protes, intrik atau bahkan marah sudah menjadi bagian yang tak terpisah jika sudah dilapangan. Pada dasarnya Tidak ada team yang menginginkan kekalahan, kenapa? Karena dilapangan jika sudah bertanding ikatan hati dengan emosi atau ambisi berbalut menjadi satu untuk memburu kemenangan, hanya saja kepuasan dalam hal kemenangan selalu berbeda. Berbicara kemenangan tak bisa dipisahkan dengan hal kekalahan, karena hal ini sudah ada dari zaman dulu yang merupakan hal mutlak yang selalu berdampingan. Pada dasarnya kekalahan tidak pernah diharapkan oleh manusia manapun, karena kekalahan merupakan hal menyakitkan dan selalu dihindari manusia. Namun kekalahan sudah menjadi hal mutlak untuk diterima karena tidak ada kemenangan jika tidak diselingi dengan kekalahan, kemenangan juga tidak melulu didapat karena untuk mencapai kemenangan sangatlah sulit, juga perlu konsistensi pada diri. Kemenangan dan kekalahan bak sisi mata uang berbeda, kemenangan merupakan hal indah yang ingin dicapai disetiap pertandingan sedangkan kekalahan merupakan kebalikan dari kemenangan. Meski kekalahan begitu menyakitkan namun jika disikapi dengan jiwa besar hal menyakitkan semamacam itu akan terbawa ringan dan tidak melulu menjadi sesuatu yang menyakitkan.
Antusiasme bahkan euforia penonton tak menyusut untuk mendukung tim kesayangan atau bahkan hanya sekedar untuk menghibur diri ditengah aktifitas atau bahkan masalah yang teramat membuat pusing isi kepala. Memang pasca kerusuhan beberapa tahun lalu antusiasme penggila bola dikampungku hanya terfokus pada sepak bola yang sering disiarkan live dilayar kaca, sedangkan untuk penyaksian secara langsung seolah mati akibat kerusuhan itu. Namun kali ini semua berbeda dengan adanya keatifitas anak muda yang dibungkus semangat mempererat dan membangun olah raga favorit ini.
Kata Terakhir dari penulis “BRAVO SOCCER ON MY VILLAGE”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar