Olah
raga terfavorit dikolong langit saat ini bernama Sepak Bola kini bangkit lagi ditanah
kelahiranku sebentuk kampung setelah mati dalam kurun waktu lama pasca
kerusuhan oleh pihak yang mengedepankan emosi. 12 juni 2011 adalah awal
kebangkitan yang dibumbui kreatifitas, kemauan, kecintaan dan kepedulian pemuda
untuk memajukan kembali sepak bola. Hari ini mereka (pemuda) mulai menunjukan
semangat untuk menyatukan kembali kebersamaan serta keeratan rasa kekeluargaan
antar pemuda melalui sepak bola. Siapa menduga sepak bola juga menjadi daya
tarik sendiri untuk para kaum bapak dan kaum ibu? Ternyata magis sepak bola
bisa menjadikan semua umur tuk bersatu dalam kecitaan sebentuk tawa, ketegangan
serta perbincangan ringan yang merujuk kearah kebersamaan. Antusiasme pemuda
tidak surut pada sepak bola meski ajang kompetisi ini hanya sebatas untuk
penghuni kampung sendiri, namuan peserta terdaftar terdapat 9 team yang ikut
andil dalam kompetisi yang sudah lama tidak dirasakan pasca kerusuhan beberapa
tahun lalu.
Kondisi
lapangan yang tidak rata tidak menyebabkan para pemain untuk tidak ikut larut
dalam ajang ini, mereka yang berkontribusi (pemain hingga official team)
mencoba untuk menjadi profesional dalam segi permainan serta pengukuran taktik
bertanding. Ketegangan, emosi serta ambisi memang selalu ada dalam sepak bola,
walaupun untuk ukuran kompetisi yang terhitung amatir. “Bohong” jika ada satu
pemain atau bahkan team yang tidak ambisi tuk menang dalam pertandingan, karena
jika sudah dilapangan semua tersihir untuk keluar sebagai pemenang. Terkadang
apapun dilakukan untuk kemenangan dilapangan mulai dari protes, intrik atau
bahkan marah sudah menjadi bagian yang tak terpisah jika sudah dilapangan. Pada
dasarnya Tidak ada team yang menginginkan kekalahan, kenapa? Karena dilapangan
jika sudah bertanding ikatan hati dengan emosi atau ambisi berbalut menjadi
satu untuk memburu kemenangan, hanya saja kepuasan dalam hal kemenangan selalu
berbeda. Berbicara kemenangan tak bisa dipisahkan dengan hal kekalahan, karena
hal ini sudah ada dari zaman dulu yang merupakan hal mutlak yang selalu
berdampingan. Pada dasarnya kekalahan tidak pernah diharapkan oleh manusia
manapun, karena kekalahan merupakan hal menyakitkan dan selalu dihindari
manusia. Namun kekalahan sudah menjadi hal mutlak untuk diterima karena tidak
ada kemenangan jika tidak diselingi dengan kekalahan, kemenangan juga tidak
melulu didapat karena untuk mencapai kemenangan sangatlah sulit, juga perlu
konsistensi pada diri. Kemenangan dan kekalahan bak sisi mata uang berbeda,
kemenangan merupakan hal indah yang ingin dicapai disetiap pertandingan
sedangkan kekalahan merupakan kebalikan dari kemenangan. Meski kekalahan begitu
menyakitkan namun jika disikapi dengan jiwa besar hal menyakitkan semamacam itu
akan terbawa ringan dan tidak melulu menjadi sesuatu yang menyakitkan.
Antusiasme
bahkan euforia penonton tak menyusut untuk mendukung tim kesayangan atau bahkan
hanya sekedar untuk menghibur diri ditengah aktifitas atau bahkan masalah yang
teramat membuat pusing isi kepala. Memang pasca kerusuhan beberapa tahun lalu
antusiasme penggila bola dikampungku hanya terfokus pada sepak bola yang sering
disiarkan live dilayar kaca, sedangkan untuk penyaksian secara langsung seolah
mati akibat kerusuhan itu. Namun kali ini semua berbeda dengan adanya
keatifitas anak muda yang dibungkus semangat mempererat dan membangun olah raga
favorit ini.
Kata Terakhir dari
penulis “BRAVO SOCCER ON MY VILLAGE”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar